Menapaki Jalan Terjal: Ziarah Katekis Muda
Pengarang: Emmeria Tarihoran Penerbitan: e-book Terbit: 2026 Halaman: 174 Bahasa: Indonesia More Details
Sinopsis:
| Buku Menapaki Jalan Terjal Ziarah Katekis Muda menghadirkan sebuah kisah pastoral-naratif yang mendalam tentang perjalanan formasio seorang katekis muda bernama Andre. Dia memasuki dunia pendidikan iman bukan dari panggilan yang jelas, melainkan dari keterpaksaan, kegagalan, dan keterbatasan hidup. Melalui fase-fase penolakan, pergulatan, transformasi, integrasi, hingga perutusannya, pembaca diajak menyelami dinamika batin seorang peziarah iman yang bergumul dengan identitas diri, luka masa lalu, krisis iman, dan keraguan akan panggilan. Kisah ini dituturkan dengan bahasa pengalaman yang jujur dan menyentuh, memperlihatkan bagaimana ruang-ruang sunyi seperti kamar kos sempit, kelas formasio yang mengguncang, relasi dengan dosen dan pembina, serta perjumpaan pastoral di wilayah misi menjadi locus teologis tempat Allah bekerja secara perlahan namun nyata. Buku ini menegaskan bahwa proses menjadi katekis bukanlah jalan ideal yang mulus, melainkan ziarah yang sering kali dimulai dari kerapuhan dan ketidaksiapan. Buku ini mengembangkan pemahaman formasio sebagai proses mistagogis dan transformasi integral pribadi, selaras dengan tradisi Gereja yang menempatkan pengalaman hidup sebagai medan perjumpaan dengan rahmat. Melalui integrasi narasi, refleksi spiritual, dan perspektif teologi pastoral, penulis menunjukkan bahwa luka, kegagalan, dan kebingungan bukanlah hambatan bagi panggilan, melainkan sarana pembentukan menuju kedewasaan iman dan pelayanan yang otentik. Buku ini ditujukan tidak hanya bagi mahasiswa calon katekis, tetapi juga bagi para dosen, pendamping rohani, pastor paroki, dan siapa pun yang sedang menapaki proses panggilan dalam pelayanan Gereja. Buku, Menapaki Jalan Terjal Ziarah Katekis Muda menjadi teman seperjalanan yang meneguhkan bahwa Allah setia bekerja dalam keheningan, membentuk pewarta yang manusiawi, berbelas kasih, dan siap diutus terutama kepada mereka yang rapuh, miskin, dan terpinggirkan. |
