Imamat Panggilan untuk Melayani: Memaknai Pancawindu Imamat Rm. Aloysius Kosat, Pr.
Pengarang: Theodorus Asa Siri; Vincentius Wun, SVD; dkk. Penerbitan: KEP Terbit: 2026 Halaman: 282 Bahasa: Indonesia More DetailsMenjadi imam saja tidak cukup. Seorang imam dipanggil Tuhan untuk melayani Tuhan dalam diri umat-Nya, di mana saja ia diutus dan ditugaskan uskupnya! Itulah keyakinan dan penghayatan yang dihidupi oleh Rm. Aloysius Kosat, Pr. selama 40 tahun menjadi imam.
Jika seorang imam berjuang untuk menjadi seperti Kristus, maka imam harus meniru Kristus dalam teladan pengurbanan-Nya, mempersembahkan dirinya sebagai kurban untuk membuat inkarnasi-Nya terus hadir di dunia (Fulton Sheen).
Selama 40 tahun, Rm. Aloysius Kosat, Pr. mewartakan Sabda, merayakan dan melayani sakramen-sakramen Gereja bersama dan kepada umat-Nya sebagai Pastor Pembantu di Paroki Betun, Pastor Paroki di Paroki Santo Yohanes Baptista Besikama, Paroki Santo Yohanes Maria Vianey Maubesi, Paroki Santa Theresia Kefamenanu, Paroki Kristus Raja Seon, dan sebagai Deken Kefamenanu (dan TTU). Untuk itulah ia telah bertindak sebagai alter Kristus.
Romo Alo adalah figur yang konsisten dalam kebenaran, berkemauan keras, dan berpendirian tegas. Namun, pelayanan sebagai imam dilakukannya dalam semangat: Fortiter in re, suaviter in modo (Tegas dalam prinsip, lembut dalam cara). Karena itulah beliau disegani dan dikagumi oleh umat yang pernah dilayaninya!
