Sinopsis:
Buku ini memotret persoalan pendidikan di Tanah Papua melalui data, kajian multidisipliner, dan praktik baik yang relevan bagi Indonesia. Volume 1 mengungkap rendahnya kemampuan literasi dan numerasi, termasuk kemampuan berhitung dasar, di tengah meningkatnya jumlah peserta didik. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendidikan yang tidak hanya meningkatkan kecakapan akademik, tetapi juga membentuk manusia yang mandiri, kreatif, merdeka, dan tidak mudah ditundukkan. Berbagai persoalan pendidikan Papua dikaji dengan mempertimbangkan konteks historis, spiritualitas, sosiologi, antropologi, dan filsafat. Volume 2 menghadirkan beragam praktik baik yang dapat diadaptasi dan dimultiplikasi sesuai konteks Papua, seperti Sekolah Sepanjang Hari, Sekolah Berpola Asrama, Sekolah Kampung Rasa Kota, serta pengalaman para guru perintis. Buku ini juga menghadirkan praktik tata kelola lembaga pendidikan, pendampingan mahasiswa Papua, dan gagasan transformatif dari berbagai institusi. Tantangan ekologi dan kesetaraan gender turut dibahas, disertai rekomendasi dan pesan responden untuk mendorong perubahan pendidikan Katolik di Keuskupan Timika dan Tanah Papua, serta menjadi bahan refleksi bagi para pendidik.
 Kembali
Scroll to Top