Deschooling Society, Relevankah?: Mengenang 55 tahun karya Deschooling Society Ivan Illich
Pengarang: Dr. Yohanes Mariano Dangku, S.Fil., M.Pd., dkk. Penerbitan: e-book Terbit: 2026 Halaman: 676 Bahasa: Indonesia More Details
Sinopsis:
| Yang membuat buku ini secara filosofis menarik adalah keengganannya untuk berhenti pada penolakan institusi secara harfiah. Alih-alih menegaskan “sekolah harus dihapuskan”, sebagian besar penulis justru mencari ruang ketiga: keluarga sebagai fondasi primer pendidikan, kearifan lokal Manggarai dan Flores sebagai epistemologi tanding, arsitektur sekolah sebagai “laboratorium hidup”, bahkan musik rap dan budaya populer sebagai tools for conviviality yang menjaga otonomi kultural di tengah algoritma digital. Di sinilah kritik Illich diuji ulang: bukan sebagai dogma anti-sekolah, melainkan sebagai cara berpikir yang menolak menyerahkan kedaulatan belajar kepada sistem, kurikulum, atau data semata. Secara keseluruhan, buku ini menempatkan diri sebagai pertanyaan terbuka, bukan jawaban final. Ia mengajak pembaca merenungkan paradoks mendasar pendidikan modern: ketika institusi yang diciptakan untuk memanusiakan justru berisiko menjinakkan; melalui skolastifikasi, kredensialisme, dan datafikasi; maka tugas filosofis pendidikan bukanlah menghancurkan institusi, melainkan terus-menerus mempertanyakan wewenangnya untuk menentukan siapa yang boleh dianggap “belajar” dan siapa yang tidak. |
