Bahasa Liturgi – Allah Berbicara, Gereja Menanggapi dalam Misteri Perayaan
Pengarang: Jacobus Tarigan Penerbitan: Gerejawi Terbit: 2026 Halaman: 584 Bahasa: Indonesia More DetailsApakah liturgi hanya kumpulan doa dan upacara keagamaan? Mengapa Gereja menggunakan simbol, ritus, nyanyian, warna, gerak tubuh, dupa, lilin, bahkan keheningan dalam perayaannya? Mengapa banyak unsur liturgi sering terasa asing bagi manusia modern?
Buku Bahasa Liturgi: Allah Berbicara, Gereja Menanggapi dalam Misteri Perayaan mengajak pembaca memasuki dunia bahasa liturgi, yaitu bahasa khas yang digunakan Gereja untuk merayakan dan menghadirkan misteri keselamatan. Berangkat dari keyakinan bahwa Allah adalah Dia yang terlebih dahulu berbicara kepada manusia, buku ini menyingkap bagaimana Sabda, simbol, sakramen, ritus, ruang, waktu, musik, dan keheningan menjadi sarana dialog antara Allah dan umat-Nya.
Melalui refleksi teologis, liturgis, dan mistagogis yang mendalam namun tetap mudah diikuti, pembaca diajak memahami bahwa liturgi bukan sekadar tindakan manusia yang mencari Allah, melainkan perjumpaan dengan Allah yang lebih dahulu datang menyapa manusia. Pada akhirnya, bahasa liturgi bukan sekadar bahasa tentang Allah. Bahasa liturgi adalah bahasa yang dipakai Allah sendiri untuk menjumpai manusia. Di dalamnya Sabda menjadi terdengar, misteri menjadi tampak, rahmat menjadi dapat disentuh, dan keselamatan menjadi perayaan.
Dalam setiap liturgi, Allah berbicara, Gereja menanggapi, dan dialog keselamatan terus berlangsung sepanjang zaman. Semoga buku ini membawa umat Allah memasuki kembali makna terdalam liturgi sebagai perjumpaan dengan Allah yang hidup, di mana Gereja tidak hanya merayakan misteri, tetapi diubah oleh misteri itu sendiri.
