No Image Available

Bharuga Wolio: Sejarah, Arsitektur, dan Filosofinya

 Pengarang: La Ode Abdul Munafi, Imran Kudus, La ode Satria Fitra  Penerbitan: e-book  Terbit: 2026  Halaman: 185  Bahasa: Indonesia More Details
 Sinopsis:

Buku ini berisi tentang Bharuga Wolio, bangunan di era Kesultanan Buton. Sebagai warisan arsitektur, bharuga bukanlah sekadar “bangunan tradisional”, melainkan bagian dari infrastruktur kekuasaan. Di tempat inilah berbagai hal penting menyangkut eksistensi Kesultanan dimusyawarahkan. Bharuga Wolio juga menjadi tempat menerima tamu resmi Kesultanan, melaksanakan upacara keagamaan, dan upacara penyambutan pasukan Kesultanan ketika kembali dari medan perang. Rangkaian prosesi penobatan sultan juga dilaksanakan di Bharuga Wolio. Bahkan, sebuah keputusan strategis tanpa melalui mekanisme di Bharuga Wolio, dalam batas tertentu dianggap tidak sah secara adat. Semua ini merepresentasikan fungsi Bharuga Wolio sebagai ruang politik/kekuasaan, ruang sosial-budaya, sekaligus ruang sakral. Khazanah nilai yang hidup dalam masyarakat Wolio (Buton) juga mengejawantah melalui arsitektur vernikular Bharuga Wolio. Letaknya yang berhadapan dengan Masjid Agung Keraton Kesultanan Buton, secara simbolik juga merefleksikan hubungan fungsional sistem kekuasaan dengan tradisi keagamaan sekaligus. Maka, pelestarian Bharuga Wolio tidak cukup hanya dari aspek fisik bangunan, tetapi sekaligus mencakup khazanah nilai budaya yang dikandungnya. Sebagai salah satu warisan arsitektur lokal Nusantara, melalui pelestarian yang tepat dan berkelanjutan, eksistensi Bharuga Wolio diharapkan dapat terus hidup dan menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah bangsa.

 Kembali
Scroll to Top