Jejak Cahaya Perjalanan Intelektual dari Patristik hingga Skolastik
Pengarang: Patricius Neonnub Penerbitan: KEP Terbit: 2026 Halaman: 336 Bahasa: Indonesia More DetailsSelama berabad-abad, filsafat Abad Pertengahan kerap dicap sebagai “Abad Gelap”: kaku, dogmatis, dan tidak relevan. Jejak Cahaya justru membalik anggapan itu. Buku ini mengajak pembaca menelusuri kembali tradisi patristik dan skolastik sebagai salah satu puncak keberanian intelektual manusia—sebuah zaman ketika iman dan akal tidak saling meniadakan, melainkan berjalan bersama mencari kebenaran.
Melalui uraian yang jernih dan sistematis, pembaca diajak menyusuri pemikiran tokoh-tokoh besar seperti Agustinus, Anselmus, Thomas Aquinas, Bonaventura, Duns Scotus, hingga Ockham. Bukan sebagai nama-nama sejarah yang jauh, melainkan sebagai pemikir yang bergulat serius dengan pertanyaan paling mendasar: apa itu realitas, bagaimana manusia mengetahui kebenaran, dan di mana letak martabat manusia. Buku ini juga menyingkap metode skolastik—quaestio dan disputatio—sebagai latihan berpikir yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, sesuatu yang kian langka di zaman opini instan.
Di bagian akhir, Jejak Cahaya menunjukkan mengapa filsafat abad pertengahan tetap relevan hari ini: ketika kebenaran direduksi menjadi selera, manusia menjadi data, dan teknologi melaju tanpa etika. Dengan kembali ke akar tradisi, buku ini menawarkan kompas intelektual untuk membaca dunia modern dengan lebih jernih. Jejak Cahaya bukan sekadar buku sejarah filsafat, melainkan undangan untuk berpikir lebih dalam—dan lebih setia—pada realitas dan kebenaran.
