Sinopsis:
“Pendidikan yang bermutu itu ada di Papua, tapi belum menjadi milik semua orang.” Pernyataan Dr. Ir. Agus Sumule ini merangkum seluruh ketimpangan yang terjadi di Tanah Papua. Pendidikan berkualitas tinggi baru dinikmati oleh sebagian kecil anak. Sekolah Sepanjang Hari (SSH) adalah contoh praktik baik yang sudah ada di Tanah Papua. Sebanyak 20 sekolah sudah menerapkan model ini. Akan tetapi, 20 dibandingkan 7.331 SD di seluruh Tanah Papua, jauh sekali. Selain itu, dibutuhkan sejumlah dana besar. Pada tahun 2024, Freeport memberikan kontribusi yang besar kepada negara. Nilai kontribusi perusahaan tersebut mencapai kisaran 94 triliun rupiah. Sebuah jumlah dana melimpah dari bumi Papua. “Kebutuhan untuk Sekolah Sepanjang Hari hanya Rp9,4 triliun. Artinya, kita hanya memerlukan sekitar 10 persen dari kontribusi Freeport. Hanya 10 persen saja demi menyelamatkan masa depan seluruh anak,” ungkapnya.
 Kembali
Scroll to Top