Menelisik Sejarah Keselamatan Tuhan – Kumpulan Esai Kitab-Kitab Sejarah dalam Perjanjian Lama
Pengarang: Albertus Purnomo, OFM; Martin Harun, OFM; David Dapi, OFM; Stefanus Iswadi Prayidno, Pr.; Surip Stanislaus, OFM.Cap; Yoseph Kristinus Guntur, Pr.; Paulus Halek Bere, SSCC; Gratiana Tafaib, PRR; Hortensius F. Mandaru; Paskalis Edwin I Nyoman Paska; M. Clarensia, PRR; Margareta Florida Kayaman; Bobby Steven Octavianus Timmerman, MSF; Berliana Ali; Yosef Masan Toron, SVD; Henrikus Ngambut Oba, Pr.; Fransiskus Nala Kartijo, Pr.; Alfons Jehadut; Valens Agino, CMF; V. Indra Sanjaya, Pr.; Gregorius Tri Wardoyo, CM; Nikolas Kristiyanto; Fransiskus Xaverius Marmidi, SCJ; Aidan Putra Sidik, Pr.; Bernadus Dirgaprimawan, SJ; Jarot Hadianto; Paulus Toni Tantiono, OFM Cap.; Siprianus S. Senda, Pr.; Servinus H. Nahak, SVD; M. Donata, PRR; R.F. Bhanu Viktorahadi, Pr.; Deshi Ramadhani, SJ; Yap Fu Lan Penerbitan: Gerejawi Terbit: 2026 Halaman: 1000 Bahasa: Indonesia More DetailsKitab Sejarah dalam kanon Katolik mencakup kitab-kitab para nabi pendahulu (Yosua, Hakim-hakim, 1-2 Samuel, dan 1-2 Raja-Raja), dan beberapa kitab dari kelompok Ketuvim, tulisan-tulisan (Rut, 1-2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, dan Ester). Dalam konteks Yahudi, Kitab-kitab Sejarah diperhitungkan ke dalam kelompok Neviim, para nabi pendahulu. Ada empat alasan. Pertama, peran para nabi pendahulu sangat jelas. Hal itu bisa dilihat dari komposisi Kitab Raja-Raja yang terdiri atas 47 bab, dengan 22 bab tersendiri berisi kisah para nabi. Kedua, khotbah-khotbah yang dibawakan oleh Yosua dan Samuel sangat profetis. Ketiga, kehadiran para nabi, seperti: Gad, Semaya, dan Natan, sebagaimana dilaporkan oleh Tawarikh, bukanlah omong kosong. Keempat, dalam kancah Kerajaan, peranan dan kedudukan para nabi sangat menentukan, misalnya: pada saat terjadi perang Syro Effraim, krisis pada masa Raja Ahab, dan saat ditemukannya Kitab Ulangan dalam Bait Allah. Para nabi berusaha untuk memberikan gambaran mengenai sejarah dan menafsirkannya seturut dengan kondisi masyarakat di mana mereka diutus. Lebih lanjut, para penulis kitab-kitab itu mencoba membawa pandangan nabi ke dalam sejarah kontemporer. Mereka menghubungkan peristiwa sejarah dengan relasi bangsa milik TUHAN-Umat Terpilih yang dipanggil untuk menjadi berbeda dengan bangsa-bangsa sekitarnya.
Buku Menelisik Sejarah Keselamatan Tuhan, Kumpulan Esai Kitab-Kitab Sejarah dalam Perjanjian Lama ini disusun untuk menanggapi kurangnya sumber-sumber literasi mengenai Kitab Sejarah dalam Perjanjian Lama, yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Untuk itu, Lembaga Biblika Indonesia (LBI) menggandeng para pakar Kitab Suci untuk menulis dan merefleksikan tema-tema yang aktual dan relevan bagi pembaca masa kini: para dosen, mahasiswa, biarawan-biarawati, dan umat pecinta Sabda Allah.
