Psikologi Salib di Tengah Keluarga – Kamu Boleh Terluka, Tetapi Kamu Bukan Luka Itu
Pengarang: Dr. Drs. Mimpin Sembiring, M.Psi, C.Ht®️ Penerbitan: Gerejawi Terbit: 2026 Halaman: 196 Bahasa: Indonesia More DetailsMengapa ada yang sulit mempercayai pasangan, meski tidak ada alasan nyata untuk curiga? Mengapa pola yang sama terus berulang – dalam relasi, dalam keluarga, dari generasi ke generasi? Buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan mempertemukan neurosains, psikologi keluarga, dan spiritualitas Kristiani.
Pembaca diajak menelusuri kisah-kisah nyata yang mengejutkan – Eminem yang tumbuh berpindah-pindah dalam kemiskinan dan penolakan, Suga BTS yang lirik-lirik ciptaannya dirobek oleh ayahnya sendiri, Pangeran Harry yang harus berjalan di belakang peti mati ibunya tanpa boleh menangis, hingga Antwone Fisher yang harus membangun identitasnya dari nol setelah masa kecil yang nyaris menghancurkannya. Semua kisah dibaca melalui kacamata psikologi dan neurosains – menunjukkan bagaimana pengalaman dalam keluarga mengubah arsitektur otak dan membentuk keyakinan terdalam tentang diri.
Dari sana, pembaca dibawa dalam pertanyaan: label apa yang pernah ditempelkan keluarga pada kita? Emosi mana yang selama ini tidak boleh kita rasakan? Dan siapa kita sesungguhnya, di balik semua luka dan peran yang sudah terlalu lama kita kenakan?
Perjalanan ini bermuara pada Kalvari – tempat di mana, kelima jenis luka universal itu hadir sekaligus dan sebuah jawaban ditemukan: luka tidak harus menjadi akhir cerita. Sebab, di Kalvari, Yesus juga bangkit dari alam maut. Maka anda boleh terluka, tetapi anda bukanlah luka itu. Transformasi adalah hak setiap orang. Hak setiap pembaca.
