No Image Available

Sejarah Kehadiran dan Karya MSC di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan Tahun 1927–2022

 Pengarang: Albertus Sujoko Hadiwardoyo, MSC  Penerbitan: KEP  Terbit: 2022  Halaman: 322  Bahasa: Indonesia
 Sinopsis:

Tarekat Misionaris Hati Kudus (MSC) mengambil alih misi di Sulawesi dari para Jesuit pada tanggal 7 September 1920. Setahun kemudian, diadakanlah persiapan misi MSC untuk berkarya di Jawa Tengah. Dalam buku Sejarah Keuskupan Purwokerto (2002: 5), A. Sartono Kartodirjo menulis demikian:

“Setelah diskusi selama lima tahun antara Mgr. Yohanes Aerts, MSC dari Maluku dan P. Van Hoof, SJ, Provikaris Jawa di Batavia, maka pada tanggal 13 November 1926 mendapat jawaban dari Kardinal Van Rossum, Prefek Propaganda Fide dan Protektor MSC yang isinya menawarkan daerah misi baru di Jawa yaitu Pekalongan, Banyumas, dan Kedu. Daerah itu belum mempunyai stasi tetap dan merupakan daerah kunjungan pater-pater SJ dari Yogyakarta, Semarang, Magelang, dan Cirebon.”

Pada tahun berikutnya, tiga MSC pertama diutus menuju tanah misi Jawa Tengah yang pada waktu itu masih termasuk wilayah Vikariat Apostolik Batavia.

“Rombongan misionaris ini tiba di Batavia pada tanggal 21 Oktober 1927. Mereka dijemput oleh Pater van Offeren, SJ di Tanjung Priok, kemudian menginap di pastoran katedral selama tiga hari, tetapi Mgr. van Velsen, SJ tidak dapat menemui mereka karena sedang mengadakan visitasi ke Jawa Tengah dan Yogyakarta.” (Kartodirjo, 2002: 6)

Permulaan misi MSC dimulai pada saat diadakan serah terima dari para Jesuit kepada tiga MSC pertama di Purworejo.

“Pada tanggal 25 Oktober 1927, diadakan serah terima misi dari para Jesuit kepada para MSC. Pada saat itu, P. Martinus de Lange, MSC diangkat menjadi Pastor Kepala Paroki Purworejo. Dan dengan demikian mulailah secara resmi Misi Kristus Raja para MSC yang dipimpin oleh P. B.J.J. Visser, MSC.” (Kartodirjo, 2002: 6)

Para MSC itu kemudian memikirkan dan menerapkan pelbagai macam strategi pastoral untuk kegiatan misi sehingga dapat berlangsung dengan baik dan berkembang dengan pesat. Strategi misi itu di kemudian hari dilanjutkan oleh para MSC pribumi dengan karya-karya khas MSC di Jawa Tengah, khususnya di Keuskupan Purwokerto.

Sejak tahun 2005, para MSC Jawa Tengah diundang untuk melayani juga di Keuskupan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Mgr. Prajasuta, MSF menyampaikan kepada Pastor F.X. Wahyudi, MSC sebagai Provinsial MSC Indonesia permohonan itu. Pada tanggal 3 April 2005,  P. Yuliono berangkat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta  menuju Banjarmasin. Setibanya di lapangan terbang Sjamsudin Noor, ia dijemput oleh Mgr. Prajasuta, MSF. Bapa Uskup dengan senang hati menyambut MSC pertama ini di keuskupannya, dan sejak itu para MSC terus hadir melayani umat di beberapa paroki di Keuskupan Banjarmasin sampai sekarang.


 Kembali